Sunday, October 24, 2010

Jika Orang Arab Makan


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Lain Negara lain pula kebudayaannya, termasuk di dalamnya terdapat perbedaan makanan dan cara memakannya. Perbedaan soal makanan dimulai dari bahan-bahan yang akan dipergunanakan untuk membuat makanan, kemudian cara memasak, menyajikan sampai acara makan-makannya.


Jika orang Arab makan, kita orang Ajam (orang bukan Arab) pasti akan terkaget-kaget, “kok gitu sih, kok gitu sih?” Hal itu wajar-wajar saja, permasalahannya budaya Arab berbeda dengan budaya Indonesia. Jika melihat orang Arab makan, kita-kita orang Ajam pasti akan tersentak sampai terkaget-kaget lalu berimajinasi, “Sebesar apa tuh perutnya si Arab?” soalnya jika orang Arab makan pasti porsinya banyak. Orang Arab itu makan ayam lauknya nasi, karena lebih banyak ayamnya dari pada nasinya. Seekor ayam goreng misalnya cukup untuk  makan seorang. Berbeda dengan orang Indonesia, sukanya makan ayam pahanya saja. Terkadang jika yang mau makan banyak tetapi hanya ada sepotong paha, maka dipotong kecil-kecil sampai mencukupi untuk makan berbanyak orang. Makannya orang-orang Arab besar-besar, berbeda dengan orang Indonesia yang kerempeng-kerempeng.

Sebelum makan alangkah baiknya menpersiapkan tempat untuk makan. Biasanya orang Arab menggelar karpet atau tikar atau kain yang panjang dan diatasnya diletakkan berbagai macam makanan. Mereka lebih suka makan dengan cara lesehan. Ada juga yang menggunakan menja makan lengkap dengan peralatannya, tetapi tidak ada sendok, garpu, pisau dan lainnya. Meja makannya pun begitu panjang, jadi anjurannya ketika makan adalah makanlah yang terdekat. Jika Anda ingin makanan yang agak jauh dari kita maka permisi dulu tidak boleh asal ambil, itu pun kalau bisa menggambil. Persoalannya meja makannya begitu panjang.
Makanan Arab pun bermacam-macam, seperti bermacam-macamnya makanan di Nusantara. Mulai dari kurma atau tamra (bahasa Arabnya), kismis, yogurt, sampai makanan besar dari daging unta dan roti-rotian. Kebanyakan makanan Arab berdaging, kambing maupun unta, atau semacam roti-rotian yang keras kalau sudah lama.
Ada suatu cerita yang datang dari seorang teman, begini ceritanya. Suatu ketika dia berkunjung ke masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah tepatnya hari kamis menjelang magrib. Saat itu ada beberapa orang Arab menggelar kain putih panjang, dan diatasnya diletakkan banyak makanan. Tanpa berpikir panjang langsung disantap oleh seorang teman itu, tanpa merasa bersalah. Alhasil, seluruh mata tertuju padanya. Setelah diselidiki, ternyata eh ternyata makanan itu ifthar atau makanan buka puasa diperuntukkan bagi yang berpuasa sunnah senin-kamis.
Orang Arab lebih suka makan dengan cara berjama’ah, atau bareng-bareng satu nampan besar untuk berbanyak orang. Hal ini mengikuti sunnah rasul, karena makan berjama’ah akan mempererat persaudaraan dan menyebabkan turunnya barakah pada makanan. Mereka, orang Arab, lebih suka makan menggunakan tangan tanpa sendok apalagi garpu. Jadi jika suatu saat nanti salah satu dari kita (pembaca) makan bersama orang-orang Arab jangan sekali-kali mencari-cari letaknya sendok dan garpu dimana, kecuali jika makanan yang akan dimakan berkuah, pasti akan tersedia sendok bukan garpu. Tetapi jangan berpikiran macam-macam dulu (jijik misalnya karena mungkin makanan yang disuapkan ke mulut terjatuh dan tercampur di nampan), karena ada sunnah yang lain seperti tidak boleh mengembalikan makanan yang tersisa ditangan ke tempat makan atau nampan. Dianjurkan menggambil makanan sedikit-sedikit saja, jangan sampai ditangan masih ada sisa kemudian dikembalikan ke nampan. Apalagi jika selesai makan (jangan merasa jijik dulu ya) orang Arab suka membersihkan jari-jari mereka dengan mulut (menjilat-jilat), hal ini juga mengikuti sunnah loh. Jika ada makanan yang jatuh maka mereka akan menggambil kemudian membersikannya dan ‘hap’, masuk ke mulut. Hal ini dikarenakan orang yang makan tidak mengetahui barakah makanannya ada di mana, oleh karena itu jika orang Arab makan tidak akan ada sebutir nasi pun yang tersisa, semuanya ludas masuk ke perut.
Jika suatu saat Anda berkesempatan makan bersama orang Arab janganlah terlalu banyak persiapan. Cukup sediakanlah tangan yang bersih saja serta senyuman yang manis, niscaya Anda dapat menikmati dan tentu saja kenyang.

5 comments:

Hay, silahkan tinggalkan komentarmu