Thursday, April 5, 2012

Arabiy Magazine Edisi 1, Volume 1 April 2012


Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh...

Alhamdulillah, Arabiy Magazine edisi pertama telah selesai. Silahkan kawan-kawan donwload disini gratis. Semoga majalah ini bermanfaat buat kita semua. Jika ada kritik dan saran, dapat disampaikan mealui form comment dibawah ini atau melalui email arabiymagazine@yahoo.com atau sms ke no. 085 643 40 33 22. Kedepannya, insya Allah majaah ini akan hadir setiap bulannya. 
Nantikan edisi selanjutnya... ^_^

Thursday, March 1, 2012

Coming Soon

Nantikan kedatangannya...! ^_^

Sunday, February 26, 2012

Saturday, February 25, 2012

Dari Mana Asal Kata Pacaran?


Pada masa sekarang ini pacaran memang dianggap sudah menjadi hal yang lazim.  Menurut sebagian mereka, sah-sah saja hukumnya. Coba bandingkan dengan se-abad yang lalu, ketika seorang lelaki berjalan beriringan dengan seorang perempuan saja sudah menjadi buah bibir tetangga-tetangganya. Sekarang? Orang yang pacaran su-dah tidak canggung lagi menyebut si fulan itu pacarku loh, atau si fulanah itu pacarku. Bahkan adegan teletubies pun tak segan-segan dipertontonkan ditempat umum.
Tahukah kamu kalau pacaran itu berasal dari bahasa Arab? Eits, bukan berarti pacaran berasal dari budaya Arab loh. Bukan juga dari budaya Islam. Jadi begini, menurut penelitian sederhana penulis, pacaran berasal dari kata fujurun فُجُورٌ atau ketika menjadi objek menjadi fujuran فُجُوراً. Artinya adalah tindakan tunasusila, atau pelanggaran susila. Jika dalam bahasa inggris berarti immorality. Contoh dalam bahasa Arab seperti ini: اِرْتَكَبَ أَرِيل فُجُوراً (Irtakaba Ariel fujuuran) artinya: Ariel berbuat asusila. 
Sudah menjadi hal yang wajar kalau bahasa Indonesia itu menyerap kata-kata asing terutama dari bahasa Arab. Kalau ditanya kenapa pacaran diambil dari bahasa Arab? Tentu saja sudah jelas, pacaran merupakan perilaku yang tidak sopan bahkan tindakan tunasusila sampai pelanggaran susila. Lebih kejam lagi pacaran adalah maksiyat! Hal itu tidak-lah berlebihan, karena Allah swt telah telah berfirman Dan orang-orang yang ti-dak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya) sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunianya... (QS. An-Nur [24]: 33. Bukan malah ber-alasan bahwa pacaran itu merupakan proses menuju pernikahan yang terencana. Tetapi, dari ayat diatas jelas, jika belum siap menikah ya ditahan dulu, jagalah kesucian dirimu sampai kamu mampu, mampu menafkahi atau mampu secara mental.
Wallahu alam bishowab. Rajin-rajinlah berpuasa wahai para perjaka dan pa-ra gadis, untuk menjaga imanmu! [fath]
*Tulisan ini merupakan penelitian sederhana, dengan menghubung-hubungkan kata-kata bermakna menyerupai satu sama lain. 

Fathur Rahman. Powered by Blogger.

fath